Bakteri Penetral Herbisida

Turki, Ilmuwan Turki yang pergi ke Antartika sebagai bagian dari ekspedisi penelitian telah menemukan jenis bakteri yang menetralkan efek negatif bahan kimia yang digunakan dalam praktik pertanian, meningkatkan harapan mengganti herbisida beracun dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Temuan ini diterbitkan setelah selesainya Ekspedisi Sains Antartika Nasional ke-3 oleh tim ilmuwan, termasuk Anggota Fakultas Universitas Ondokuz May Dr. Yılmaz Kaya, Hasan Murat Aksoy dan anggota fakultas sekolah layanan kesehatan Universitas Amasya Sevgi Maraklı, yang menganalisis sampel yang dibawa pulang dari Antartika.

Bakteri memiliki kapasitas untuk menetralkan bahan kimia pertanian seperti herbisida yang merusak tanaman dan merusak tanah. Memperhatikan bahwa penemuan ini menandai bakteri pertama kali dengan fitur-fitur seperti itu telah ditemukan, Kaya mengatakan timnya akan melanjutkan penelitian mereka untuk menganalisis secara lebih terperinci jenis gen yang dimiliki bakteri tersebut.

Kaya mengatakan bahwa bakteri tersebut dapat digunakan sebagai agen biologis alih-alih herbisida yang banyak digunakan dalam pertanian. "Oleh karena itu bakteri ini akan memainkan peran penting dalam mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh herbisida," tambah Kaya.

Pada April 2016, tim peneliti Turki yang pertama - termasuk dokter, ahli botani, ahli geologi, dan ahli kelautan dari tujuh universitas berbeda - melakukan perjalanan ke Antartika untuk mempelajari dampak perubahan iklim di sana. Ekspedisi kedua diluncurkan pada Februari 2018 dan ekspedisi ketiga diluncurkan pada Januari 2019. Bakteri itu bernama "Psychrobacter sp. Strain TaeBurcu001" setelah pemimpin ekspedisi, Associate Professor Burcu Özsoy.

Antartika, yang tidak memiliki penduduk asli dan tidak diperintah oleh negara mana pun, disebut "benua perdamaian dan sains." Ini telah berfungsi sebagai zona penelitian ilmiah sejak penandatanganan Perjanjian Antartika 1959. Turki saat ini memegang status negara pengamat tetapi berharap untuk melihat ini dinaikkan ke status konsultatif.

Suhu terendah yang pernah dicatat di Antartika, pada tahun 1983, adalah minus 89 derajat Celcius. Di musim panas, bagaimanapun, merkuri di benua itu dapat naik setinggi minus 15 derajat Celcius.


Posted On 07 Juli 2019 at 23:51:08


Shared With : Shortlink





Another News
Israel tidak Melarang UEA membeli F-35 Asal Superioritasnya Tetap Ada

Israel mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya tidak akan menentang penjualan "sistem..

Ribuan Orang Protes di seluruh Polandia Menentang Pembatasan Akses Aborsi

WARSAW / GDYNIA, Polandia (Reuters) - Puluhan ribu orang melakukan protes di seluruh Polandia pada..

Norovirus atau Norwalk ada di Indonesia, Gejala, Pencegahan dan Penanganannya

Norovirus yang beberapa waktu lalu ditemukan di China. Ternyata telah ditemukan sejak lama pada..

Pertanda Ular Outoboros di Bangsal Magangan Keraton Yogyakarta

Ouroboros begitu orang peradaban mesir kuno menyebutnya. Ouroboros adalah sebuah simbol kuno yang..

Oracle Menambal 402 Bugs di Update Terbarunya

Lebih dari separuh kekurangan Oracle dalam pembaruan tambalan triwulanannya dapat dieksploitasi..

Most Popular Articles
Article
Cara Memperbaiki Foot Step

Foot Step atau pijakan kaki menjadi komponen penting pada motor. Bagian ini sangat menentukaan..

Article
Bahaya Lalat

Lalat, bagi sebagian besar orang hewan ini dianggap sangat menjijikan karna habitat hidupnya. Lalat..